• Hubungi Kami(024) 7711053
  • Login

PROGRAM GBPLHS SMPN 23 SEMARANG MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA TINGKAT PROVINSI

Program GPBLHS (Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah) sebagai Wujud Nyata dalam Melestarikan Alam “Mari pelihara alam agar kita dapat memiliki masa depan lebih baik” Betapa alam butuh kasih sayang kita sebagai manusia. Jika kita bisa menjaga alam dengan baik, maka alam pun akan menampakkan kecantikannya. Dengan cara membersihkan dan melestarikan alam, maka hidup akan tertata rapi dan selamatlah lingkungan kita. Jika kita mampu merubah lingkungan sekitar kita menjadi lingkungan yang asri, maka kita sudah menyelamatkan lingkungan tersebut dari kerusakan. Dengan memelihara lingkungan, kita bisa memiliki masa depan yang gemilang.

Di lingkungan SMPN 23 juga demikian, Kader adiwiyata sedang menggalakkan program GPBLHS untuk menuju sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi seluruh kader Adiwiyata dan seluruh warga SMP N 23 Semarang selalu berproses dalam pelaksanaan GPBLHS dengan menjalankan program program GPBLHS diantaranya, yaitu:

Pengelolaan sampah

Programnya diantaranya reduce, reuse dan recycle salah satunya membuat kreatifitas dari limbah kertas dan plastik. Lalu mengadakan pemilahan sampah berdasarkan kategorinya, organik maupun non organik. pengadaan tempat sampah sesuai jenis sampahnya.

Kantin Sehat

Para pedagang yang berada di kantin tidak diperkenankan membungkus makanan tersebut menggunakan bungkus berbahan plastik. Mereka harus menggantinya dengan daun pisang maupun tusuk bamboo serta mengimbau untuk mengurangi penggunaan pewarna, pengawet dan pemanis buatan

Kebun 

Program ini berupa pengadaan taman bunga baik di halaman depan, halaman tengah serta di halaman belakang madrasah.

Apotik Hidup

Penanaman apotik hidup yang bibitnya dibeli dari pedagang tanaman. Setelah tanaman dewasa diberi pelabelan/penamaan pada tanaman apotik tersebut. Baik penamaan istilah asing beserta artinya.

Pembibitan

Pembibitannya dimulai dari pembelian benih dari kios. Bibit tersebut diletakkan di sebuah baskom, diberi air agar supaya bisa tumbuh kuncupnya. Setelah beberapa hari kuncup tersebut tumbuh, langkah selanjutnya satu buah tanaman yang sedang kuncup dipindah dengan memanfaatkan barang bekas berupa gelas air mineral kemasan.

Inovasi Pembelajaran dan Kampanye Lingkungan Hidup

Penyusunan RPP berbasis lingkungan hidup, kemudian membuat poster dan sosialisasi tentang peduli lingkungan. 

Komposting

Kompos untuk tanaman diperoleh dari membeli di peternak dan sebagian dari peserta didik yang memiliki hewan ternak di rumah. Selain itu juga memanfaatkan limbah air kolam ikan untuk memupuk tanaman.